Rabu, 05 Oktober 2011

Emosi dan Suasana Hati

PERILAKU ORGANISASI (PO) atau OB
Bab 8
Emosi dan Suasana Hati

Afek adalah sebuah konsep yang meliputi baik emosi maupun suasana hati.
Emosi adalah perasaan-perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.
Suasana hati adalah perasaan-perasaan yang cenderung kurang intens dibandingkan emosi dan sering kali tanpa rangsangan kontekstual..

Hubungan Afek, Emosi dan Suasana Hati


Aspek Emosi :
1. Biologi emosi ; dipengaruji oleh system limbic otak yang terletak dekat batang otak. Sistem limbic lebih aktif pada orang-orang depresi, memperoleh informasi negative. Sistem limbic pada wanita lebih aktif daripada pria, sehingga wanita lebih mungkin terkena depresi.
2. Intensitas emosi; setiap orang memiliki kemampuan bawaan yang bervariasi untuk mengekspresikan intensitas emosional, misalnya ada yang jarang marah, tetapi ada yang sering marah. Berbagai pekerjaan menuntut emosi yang berbeda
3. Frekuensi dan Durasi; seberapa sering dan lamanya seseorang menampilkan emosinya.

Apakah emosi membuat kira irasional?
• Rasionalitas dan emosi saling bertentangan, dan jika menampilkan emosi, kemungkinanan anda akan berindak irasional.
• Para wanita diharapkan menghindari bersikap emosiaonal ditempat kerja sebab hal tersebut dapat merugikan karena dapat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kompetensi mereka.
• Emosi memberikan informasi penting mengenai bagaimana kita memahami dunia disekitar kita. • Kunci terhadap pengambilan keputusan yang baik adalah menerapkan pemikiran dan perasaan dalam suatu keputusan.

Apakah fungsi emosi ?
• Emosi sangat berguna karena memotivasi orang untuk terlibat dalam tindakan-tindakan penting agar dapat bertahan hidup; tindakan-tindakan seperti mengumpulkan makanan, mencari tempat berlindung, memilih pasangan, menjaga diri, dan memprediksi perilaku orang lain.
• Menurut teori Darwin dalam psikologi evolusioner menyatakan, kita harus mengalami emosi; apakah emosi positif atau emosi negative, karena hal ini berguna terhadap suatu tujuan.

Suasana hati sebagai afek positif dan negative
• Afek positif adalah dimensi suasana hati yang terdiri atas emosi-emosi positif spesifik seperti kesenangan, ketenangan diri dan kegembiraan serta kebosanan, kemalasan dan kelelahan.
Afek positif tinggi (Awas, senang, gembira, bahagia)
Afek positif rendah (sedih, depresi, bosan, capai)
• Afek negative adalah dimensi suasana hati yang terdiri atas kegugupan, stress dan kegelisahan, serta relaksasi, ketenangan dan keseimbangan.
Afek negative tinggi (tegang, gugup, tertekan, marah)
Afek negarif rendah (puas, tentram, rileks, tenang)

Sumber-sumber emosi dan suasana hati :
1. Kepribadian (contoh : emosional, analitis)
2. Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari (diawal minggu afek negative tertinggi dan afek positif terendah dan pada akhir minggu afek positif tertinggi dan afek negaif terendah)
3. Cuaca
4. Stress
5. Aktivitas social
6. Tidur
7. Olahraga
8. Usia
9. Gender

Korelasi Ilusif adalah kecenderungan orang-orang untuk mengasosiasikan dua kejadian yang pada kenyataannya tidak memiliki sebuah korelasi.

Batasan-batasan eksternal pada emosi
1. Pengaruh-pengaruh organisasional
2. Pengaruh-pengaruh cultural
• Apakah tingkat seberapa besar orang mengalami emosi bervariasi dalam setiap kultur?
• Apakah interpretasi orang atas emosi bervariasi dalam setiap kultur?
• Apakah norma untuk ekspresi emosi berbeda-beda dalam setiap kultur?

Kerja emosional adalah ekspresi seorang karyawan dari emosi-emosi yang diinginkan secara organisasional selama transaksi antrar personal ditempat kerja.
Ketidak sesuaian emosional adalah inkonsistensi antara emosi yang kita rasakan dan emosi yang kita proyeksikan.

Emosi yang dirasakan versus emosi yang ditampilkan
Emosi yang dirasakan adalah emosi sebenarnya seorang individu
Emosi yang ditampilkan adalah emosi-emosi yang diharuskan secara organisasional dan dianggap sesuai dalam sebuah pekerjaan tertentu
Berpura-pura dipermukaan adalah menyembunyikan perasaan mendalam seseorang dan menghilangkan ekspresi-ekspresi emosional sebagai respons terhadap aturan-aturan penampilan
Berpura-pura secara mendalam adalah berusaha mengubah perasaan mendalam seseorang berdasarkan aturan-aturan penampilan

Apakah pekerjaan-pekerjaan yang menuntut secara emosional dibayar lebih tinggi?
• Untuk pekerjaan-pekerjaan yang menuntut secara kognitif, tuntutan emosional yang semakin besar akan dibayar lebih besar
• Untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak menuntut secara kognitif, tuntutan emosional yang semakin besar akan dibayar lebih kecil

Teori Peristiwa afektif adalah sebuah model yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa di tempat kerja menyebabkan reaksi-reaksi emosional di bagian karyawan yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku ditempat kerja. Teori ini dimulai dengan :
• Mengenali bahwa emosi adalah sebuah respons terhadap peristiwa dalam lingkungan kerja,
• Lingkungan kerja meliputi semua hal yang melingkupi pekerjaan tersebut; beragam tugas dan tingkat otonomi, tuntutan pekerjaan dan persyaratan-persyaratan untuk mengekspresikan kerja emosional.
• Lingkungan ini menciptakan peristiwa-peristiwa kerja yang dapat berupa percekcikan, kegembiraan atau keduanya.
• Peristiwa-peristiwa kerja tersebut memicu reaksi emosi positif atau negative. Tetapi kepribadian dan suasana hati karyawan mempengaruhi mereka untuk merespons peristiwa tersebut dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil.
• Teori Peristiwa afektif menyatakan bahwa :
1. Suatu episode emosional sebenarnya adalah serangkaian pengalaman emosional yang ditimbulkan oleh satu peristiwa tunggal serta mengandung elemen-elemen emosi dan siklus suasana hati
2. Emosi yang ada pada satu waktu mempengaruhi kepuasan kerja, bersama dengan latar belakang emosi.
3. Karena suasana hati dan emosi berfluktuasi dari waktu ke waktu, pengaruhnya pada kinerja juga berfluktuasi
4. Perilaku-perilaku yang didorong oleh emosi biasanya berdurasi pendek dan sangat bervariasi.
5. Karena cenderung tidak sesuai dengan perilaku yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan, emosi biasanya berpengaruh negative terhadap kinerja pekerjaan

Teori Peristiwa Afektif

Kepuasan kerja

Kinerja pada pekerjaan

Kecerdasan Emosional (EI) adalah kemampuan seseorang untuk mendeteksi serta mengelola petunjuk-petunjuk dan informasi emosional.
Kecerdasan emosional terdiri dari 5 (lima) dimensi, yaitu:
1. Kesadaran diri yaitu sadar atas apa yang anda rasakan
2. Manajemen diri yaitu kemampuan mengelola emosi dan dorongan-dorongan anda sendiri
3. Motivasi diri yaitu kemampuan bertahan dalam menghadapi kemunduran dan kegagalan
4. Empati yaitu kemampuan meraskan apa yang dirasakan orang lain
5. Keterampilan social yaitu kemampuan menangani emosi-emosi orang lain

Kasus mendukung kecerdasan emosional :
1. Daya tarik intuituf : orang yang dapat mendeteksi emosi orang lain, mengendalikan emosi mereka sendiri dan menangani interaksi social dengan baik akan mempunyi kaki yang kuat untuk berada dalam dunia bisnis.
2. Kecerdasan emosional meramalkan criteria yang penting ; secara keseluruhan kecerdasan emosional berhubungan dengan kinerja.
3. Kecerdasan emosional berbasis biologis; orang yang memiliki nilai rendah pada kecerdasan emosional akan membuat keputusan yang lebih buruk.

Kasus menentang kecerdasan emosional :
1. Kecerdasan emosional adalah sebuah konsep yang samar, karena tidak jelas apakah menjadi sadar diri, dapat memotivasi, memiliki emati merupakan kecerdasan?.
2. Kecerdasan emosional tidak dapat diukur, karena ukuran masih beragam
3. Validitas kecerdasan emosional masih dipertanyakan, karena riset belum cukup banyak

Aplikasi-aplikasi perilaku keorganiasasian terhadap emosi dan suasana hati :
1. Seleksi
2. Pengambilan keputusan
3. Kreativitas
4. Motivasi
5. Kepemimpinan
6. Konflik antar personal
7. Negosiasi
8. Pelayanan pelanggan
9. Sikap kerja
10. Perilaku menyimpang di tempat kerja
11. Bagaimana para menajer mempengaruhi suasana hati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar